Artikel / CHAIRMAN

Bisnis Dan Kerja Kantoran Manakah yang Lebih Baik

Blog Artikel dan Info

Bisnis Dan Kerja Kantoran Manakah yang Lebih Baik

Dengan semakin menggeliatnya enterpreneurship, banyak yang menganggap berbisnis sendiri lebih enak daripada bekerja kantoran. Mulai dari tidak adanya jam kerja yang mengikat, keuntungan besar, dan menjadi bos untuk orang lain.

Tapi kenyataannya, tidak selamanya punya bisnis sendiri lebih enak. Setiap profesi punya keuntungan dan kelebihan sendiri tergantung bagaimana kamu menjalaninya. Selengkapnya, ini untung rugi bisnis sendiri dan kerja kantoran.

1. Gaji

Orang kantoran tidak perlu pusing-pusing memikirkan  pemasukan karena mereka pasti menerima gaji setiap bulan. Berbeda dengan dengan pebisnis yang pemasukannya bisa naik turun setiap bulan, apalagi di bulan-bulan pertama saat keuntungan belum menentu. Saat keuntungan sedikitpun  pebisnis harus merelakan keuntungan pribadi demi menggaji karyawan. Tapi tidak enaknya, orang kantoran yang tidak punya pekerjaan sampingan tidak punya penghasilan tambahan alias berkutat dengan angka itu-itu saja. Sedangkan pebisnis punya peluang menghasilkan lebih banyak uang jika bisnisnya semakin berkembang.

2. Dipecat atau Bangkrut

Perusahaan yang paling besar sekalipun tetap berpeluang mengalami bangkrut. Contohnya Nokia yang sempat berjaya di awal 2000-an, kini menyatakan kalah dalam dunia smartphone dan harus merelakan diakuisisi sepenuhnya oleh Microsoft. Risiko dari bangkrut yang paling menakutkan adalah meninggalkan banyak utang namun harus tetap membayor pesangon karyawan. Dan bukan berarti posisi aman pekerja kantoran bebas dari risiko. Selain dipecat karena masalah pribadi, pegawai kantoran juga beresiko terkena gelombang PHK. Setelahnya, kamu harus mencari pekerjaan baru.

3. Jam Kerja

Siapa bilang entrepreneur kerjanya hanya bersantai-santai. Jam kerja mereka justru tidak terbatas. Entrepreneur bisa bekerja dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Apalagi di masa awal-awal membangun bisnis. Sebaliknya hidup pekerja kantoran lebih teratur karena punya jam kerja. Kalaupun harus pulang malam karena lembur, perusahaan akan membayar upah lembur.

4. Libur

Pekerja kantoran hanya mendapat jatah cuti 12 hari dalam setahun. Itu pun ada perusahaan yang mengatur jika cuti tidak bisa dirapel, tapi diambil per tiga bulan.  Jatah cuti pekerja Indonesia memang terbialang sedikit dibandingkan negara-negara lain. Sebut saja Prancis dan Denmark yang menjadi negara dengan jumlah cuti terbanyak di dunia dengan total 30 hari dalam satu tahun. Tapi enaknya entrepreneur, kamu bebas mengambi cuti kapan saja dan berapapun lamanya selama bisnismu tetap jalan. Tidak perlu minta izin

5. Jaminan sosial

Bekerja di perusahaan swasta maupun intansi negeri berarti kamu mendapatkan fasilitas kantor seperti perjalanan dinas, biaya rumah sakit, kendaraan, sampai dana pesangon atau pensiun. Beragam fasilitas tersebut tidak hanya bisa dinikmati oleh diri sendiri, tapi juga oleh keluarga. Tapi kalau kamu seorang entrepreneur, kamu justru yang harus menyediakan fasilitas tersebut dan menjamin kesejahteraan karyawanmu. Jika pergi ke luar kota dalam rangka bisnis, kamu harus menanggung semua biayanya sendiri dari kocekmu.

Apapun pilihanmu, menjadi entrepreneur ataupun pekerja kantoran, sesuaikan dengan minat dan kemampuan. Karena ada orang yang tidak berbakat bisnis tapi lebih cocok menjadi menekuni profesi sebagai peneliti, ada pula yang jago berbisnis sehingga sejak awal berkarier tidak cocok bekerja di perusahaan.

19/02/2018
3360 orang telah membaca artikel ini.
|Wikipedia |